Pirhot Nababan Pelaku Pembunuhan Akhirnya Menghembuskan Napas Terakhir Di RSUD Sidikalang

6196
Mayat pelaku saat akan dibawa ke rumah duka keluargannya di Siborong-borong, Taput

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Pasca dirawat di RSUD Sidikalang, Pirhot Nababan (42) pelaku pembunuhan terhadap Rimson Sitorus dan penikaman Kapolsek Parongil, AKP Sayuti Malik di Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi akhirnya menghembuskan napas terakhir, Kamis (25/10/18) pagi pukul 06.00 WIB.

Menurut keterangan Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan SIK melalui Kasubag Humas, Ipda Donni Saleh, pelaku sebelumnya sempat menadapat perawatan di RSUD Sidikalang. Namun akibat luka parah yang dialaminya, pelaku  menghembuskan napas terakhir.

“Diduga pelaku tewas setelah sebelumnya terkena tembakan saat melakukan menikaman terhadap Kapolsek dan luka parah akibat di massa oleh masyarakat setempat,”kata Doni.

Atas permintaan istri dan pihak keluarganya, mayat pelaku tidak dilakukan autopsi. Setelah dilakukan penyerahan mayat kepada pihak keluarganya, mayat pelaku langsung dibawa ke rumah duka orang tuanya di Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

“Usai serah terima, mayat pelaku pembunuhan oleh pihak keluarganya di bawa ke rumah duka orang tuanya di Siborong-borong Taput,”ucap Doni.

Ditambahkan Doni, bila pelaku pembunuhan sudah meninggal dunia, maka biasanya secara hukum gugur hak penuntutan dan kasus tersebut dianggap selesai atau tutup buku.

Terpisah, Kapala Desa Lae Ambat, Manimpan Sitorus mejelaskan kalau Pelaku pembunuhan Pirhot Silaban dan keluarganya merupakan warga pendatang yang berasal dari Siborong-borong,Taput. Kesehariannya pelaku bekerja sebagai petani dan istrinya membuka kedai sembako di rumahnya.

“Pelaku yang memiliki 4 orang anak tersebut, menurut keterangan warga sekitar orangnya temperamental tinggi dan kurang disenangi warga sekitar, karena kurang bergaul,”kata Manimpan.

Disebutkannya, penyebab pembunuhan itu diduga karena dendam lama, dimana Pirhot Nababan dan Rimson Sitorus yang bertetanggaan itu pernah ribut masalah perbatasan tanah. Tapi sudah di damaiakan dan masalah itu dianggap selesai.

“Tahun 2016 mereka pernah ribut masalah batas tanah tapi sudah didamikan, keduanya pun kerap berkumpul di kedai tuak milik Rimson Sitorus dan bernyayi bersama. Jadi waktu mendengar pembunuhan tersebut saya juga terkejut,”ungkapnya.

Menurut Manimpan, usai peristiwa pembunuhan itu, ia mendatanggi pelaku setelah mendapat informasi dari dua orang saksi yang melihat peristiwa pembunuhan tersebut yakni, Marga Lumbanbatu dan Marga Sianturi. Sesampai dirumahnya pelaku terlihat masih menenteng parang dan pisau yang digunakan membunuh Rimson Nababan.

“Sewaktu saya datanggi, pelaku masih menenteng parang dan pisau dan kemudian saya tanya apa yang kamu lakukan dan siapa yang kamu bunuh. Tapi pelaku tidak menjawab. Karena mimik wajahnya menunjukan tidak senang, lalu saya tinggalkan dia,”sebutnya.

Tidak lama kemudian, petugas dan Kapolsek Parongil, AKP Sayuti Malik datang ke lokasi dan sempat bernegoisasi dengan pelaku. Pirhot Silaban terlihat sempat membuang parang yang dipeganggnya dan kemudian Kapolsek mencoba mengamankan pelaku.

“Tanpa diduga tiba-tiba pelaku menyerang Kapolsek dengan pisau, tapi sempat ditangkis dengan tangannya dan pelaku menyerang lagi dan mengenai bagian dada sebelah kiri Kapolsek. Dengan kondisi terdesak Kapolsek kemudian mengambil pisto dan menembakan kebagian kaki pelaku,”terangnya.

Mendengar suara letusan pestol, warga yang sudah geram dengan kelakuan pelaku kemudian mendekat dan kemudian menghakimi pelaku hingga babak belur. (gun’s)