Begal Teman Satu Sekolah, 2 ABG Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

1470
Kedua tersangka saat dimintai keterangan oleh penyidik Polres Dairi

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Dua Orang Anak Baru Gede (ABG), Jose Manuel Antares Sihite (17) warga jalan Parongil, Desa Palipi, Kecamatan Silima Pungga-pungga dan Rikardo Siagian (17) warga Desa Bakal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, terancam hukuman 20 tahun penjara. Pasalnya mereka terlibat kasus begal atau merampok sepeda motor dan dompet milik teman satu sekolahnya, Giat Pratama (17) warga Panji Bako, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi.

Perampokan  disertai dengan percobaan pembunuhan tersebut terjadi pada, Jumat (14/9/18) malam pukul 22.30 WIB. Dalam melakukan aksinya kedua tersangka dibantu temannya, Indra Cibro (24) warga Sopokomil, Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Dairi yang kini masih buron.

“Saat ini baru dua orang tersangka yang kami amankan, sedangkan satu orang tersangka lagi masih buron dan masih dalam pengejaran,”kata Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Dolly Nelson Nainggolan, Jumat (28/9/18).

Disebutkan Dolly, kepada penyidik kedua tersangka bersama Indra Cibro yang masih buron mengaku telah merencanakan perampokan terhadap korban dengan modus berpura-pura ingin menjual Handphone bekas. Salah seorang tersangka pun menghubunggi korban dengan menawarkan handphone bekas sebanyak 7 unit dengan harga Rp. 500 ribu per unit.

“Tergiur dengan bujuk rayu teman sekolahnya, korban pun datang menemui para tersangka untuk membeli handphone yang ditawarkan,”ucap Dolly.

Selanjutnya pada, Jumat (14/9/18) malam, korban pun berangkat menuju lokasi yang telah mereka sepakati dengan mengendari sepeda motor Supra X 125, BB 2946. Sesampainya di lokasi tepatnya dekat jembatan Lae Ambat Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-pungga korban dan para tersangka pun bertemu dan sempat ngobrol. Namun tiba-tiba para tersangka dengan menggunakan senjata tajam menyerang korban, hingga korban mengalami luka-luka.

Setelah koban tergeletak bersimpah darah dan mengira korban telah tewas. Para tersangka selanjutnya mengangkat tubuh korban dan membuangnya ke jurang sungai yang terjal dan berbatu sedalam 25 meter untuk menghilangkan jejak. Usai membuang korban ke dalam jurang, para tersangka pun melarikan diri dengan membawa sepeda motor dan domper korban yang berisi uang Rp. 250 ribu.

Beruntung korban tersangkut di pohon kayu sehingga selamat dari maut. Dengan sisa tenaga yang dimiliki korban pun merangkak naik naik keatas, dan kemudian menghubunggi temannya dengan menggunakan handpone miliknya.Oleh temannya peristiwa itu diberitahukan kepada orang tua korban.

“Sesampainya di TKP orang tua korban, Mesran melihat anaknya sudah berlumur darah. Kejadian itu selanjutnya di laporkan ke Polsek Parongil,”terang Dolly.

Ditambahkan Dolly, setelah menangkap kedua tersangka, Polsek Parongil selanjutnya melimpahkan kasus tersebut ke Polres Dairi. Atas perbuatannya para tersangka dikenakan pasal 340 subsider Pasal 338 Jo 53 lebih subsider Pasal 365 ayat 2 KUHPidana tentang pembunuhan berencana disertai perampokan dengan hukuman penjara 20 tahun. (YY)