Masyarakat Peduli Pilkada Dairi, Laporkan KPU Ke DKPP

1402
Masyarakat Peduli Pilkada Dairi saat melakukan unjuk rasa di depan Kanor KPU jalan Palapa Sidikalang.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Masyarakat peduli Pilkada Dairi kembali menggelar unjuk rasa, setelah sebelumnya mendatanggi Kantor Panwaslih Dairi, kali ini massa yang jumlahnya sekitar lima ratusan orang geruduk Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dairi di jalan Palapa Sidikalang, Kabupaten Dairi, Jumat (6/7/18) pukul 14.00-17.00 WIB.

Masih dalam tuntutan yang sama, dalam aksinya massa meminta komisioner KPU Dairi keluar menemui massa pengunjuk rasa untuk memberikan keputusan terkait masalah temuan ijazah calon Bupati nomor urut 2, Eddy Keleng Ate Berutu yang diduga bermasalah.

Namun, menurut keterangan Seketaris KPU Dairi, Gamal Purba kalau komisioner KPU Dairi sedang berada di Medan dalam rangka tugas penyerahan hasil penghitungan rapat pleno pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut dan menindak lanjuti permasalahan ijazah milik, Eddy Keleng Ate Berutu ke KPU Provinsi.

Atas jawaban tersebut, masa pengunjuk rasa tidak percaya dan terus mendesak komisioner KPU keluar menemui massa pengunjuk rasa. Massa juga mengancam akan masuk kedalam kantor dan memeriksa setiap ruangan Kantor KPU bila komisioner tidak mau menemui mereka.

Setelah melakukan negosiasi, perwakilan massa pengunjuk rasa dipersilahkan masuk ke ruangan Kantor untuk memastikan keberadaan kelima orang komesioner KPU tersebut. Ternyata memang benar tidak satu orang pun komisioner KPU berada di ruangan.

Koordinator aksi, Sutan Sihombing kepada awak media mengatakan, kedatangan mereka ingin mempertanyakan kepada KPU mengapa meloloskan pasangan calon Bupati nomor urut 2, Eddy Keleng Ate Berutu yang diduga persyaratannya bermasalah.

“Kami menduga ijazah milik Edyy Berutu bermasalah, karena pada ijazah SD tempat tanggal lahir di Medan, ijazah SMP lahir di Dolok Ilir dan ijazah SMA lahir di Laras. Anehnya lagi legalisir surat keterangan pengganti STTB tidak ada tanda tangan dari Dinas Pendidikan,”ucapnya.

Disebutkan Sutan, Pilkada Dairi merupakan yang paling curang di Indonesia, karena KPU Dairi meloloskan calon yang jelas-jelas bermasalah persyaratan administrasinya.

“Kami lihat Pilkada yang paling curang di Dairi dan kami duga KPU telah menerima pelicin atau suap dan KPU Dairi tidak menjalankan tugas dengan adil, benar dan jujur,”ungkapnya.

Menurutnya lagi, sesuai laporan yang mereka adukan ke Panwaslih beberapa waktu yang lalu, Panwaslih telah mengakui adanya kesalahan administrasi yang dilakukan calon Bupati nomor urut 2, Eddy Keleng Ate Berutu.

“Melalui pernyataan Panwaslih tersebut, makanya kami mendatangi Kantor KPU pada hari ini untuk meminta tanggapan dan alasan KPU meloloskan pasangan calon Bupati nomor urut 2,”sebutnya.

Sutan menambahkan, kalau mereka juga telah menyurati dan melaporkan permasalah tersebut ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). Mereka meminta agar DKPP menindak lanjuti keberadaan KPU Dairi yang tidak menjalankan tugas dengan benar.

“Untuk itu kami sudah melaporkan kasus ini ke DKPP meminta agar KPU Dairi di periksa, karena kami sudah ragu dengan keberadaan kelima komisiner KPU Dairi ini,”terangnya. (devi)