Gara-Gara Meniru Tanda Tangan, Kepala Desa Masuk Penjara

523
Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Doly Nelson Nainggolan saat menggelar press releasa kasus pemalsuan tanda tangan.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Hanya gara-gara meniru tanda tangan, K. Sianturi Kepala Desa Tualang, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi terpaksa masuk penjara. Pasalnya ia ketahuan meniru atau memalsukan tanda tangan Ketua Badan Permusyawartan Desa (BPD), Hosea Simamora dan anggota Linda Uli Munthe.

Adapun tanda tangan yang dipalsukan yakni, satu eksemplar rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes) tahun 2012-2017 Desa Tualang terdiri dari, Enam lembar keputusan BPD nomor 01 tahun 2016 tentang persetujuan rencanan peraturan desa mengenai RPJMDes tahun 2012-2017. Dua lembar berita acara rapat BPD dan satu lembar daftar hadir rapat anggota BPD pada, 22 Maret 2016. Serta lima lembar keputusan bersama BPD dengan Kepala Desa Tualang pada 22 maret 2016.

“Atas pemalsuan tanda tangan tersebut, K. Sianturi selanjutnya dilaporkan ke Polres Dairi  pada 3 November 2017 oleh Hosea Simamora bersama masyarakat Desa Tualang,”terang Kapolres Dairi, AKBP Erwin Wijaya Siahaan SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Doly Nelson Nainggolan kepada wartawan, Jumat (6/7/18) saat menggelar press release.

Disebutkan Doly, setelah melakukan proses penyidikan yang panjang dengan memintai keterangan para saksi-saksi serta hasil laboratorium forensik di Medan. Diperoleh kesimpulan bahwa tanda tangan tersebut non identik atau merupakan tanda tangan yang berbeda dengan tanda tangan Hosea Simamora.

“Jadi dari bukti-bukti dan keterangan para saksi dan hasil laboratorium forensik yang dilakukan, kepada tersangka K. Sianturi kami lakukan penahanan untuk 20 hari kedepan guna proses penyidikan selanjutnya. Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 263 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHPidana,”jelasnya.

Sementara saat di tanya wartawan terkait pemalsuan tanda tangan tersebut,  K. Sianturi tidak mengakui pemalsuan tanda tangan tersebut.

“Itu belum tentu tanda tangan saya,”ucap Sianturi saat digiring petugas menuju ruang tahanan. (gun’s)