Pemkab Dairi Raih Penghargaan Pastika Parahita

989
Bupati Dairi saat menyerahkan penghargaan Pastika Parahita kepada Kadis kesehatan.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Kesehatan raih penghargaan Pastika Parahita dari Kementrian Kesehatan RI atas kebijakannya melakukan pengendalian terhadap tembakau dengan membuat peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok.

Penghargaan Pastika Parahita kepada Pemkab Dairi yang sebelumnya diterima pada, 31 Mei 2018 lalu bertempat di Kementrian Kesehatan RI, diserahkan kembali oleh Bupati Dairi, KRA Johnny Sitohang Adinegoro S.sos kepada Kadis Kesehatan Dairi, dr Nitawaty Sitohang.

Acara penyerahan yang dilaksanakan di Gedung Balai Budaya Pemkab Dairi jalan SM Raja Sidiklang, Jumat (22/6/18) tersebut, dihadiri, UPD, SKPD, Staf Ahli, Perwakilan BPJS Dairi, Camat Dan Kepala UPT Puskesmas dan jaringannya.

Selain penghargaan, Pastika Parahita Pemkab Dairi juga menerima sertifikat akreditasi Puskesmas dari Kementrian Kesehatan RI kepada 4 Puskesmas yang sudah di survey lembaga independen yang ditunjuk Kementria Kesehatan RI pada tahun lalu.

Adapaun Puseksmas yang terakreditasi tersebut, Puskesmas Batang Beruh akreditasi Madya, Puskesmas Sumbul akreditasi Dasar, Puskesmas Kentara akreditasi Madya dan Puskesmas Sigalingging akreditasi Dasar.

Bupati Dairi, KRA Johnny Sitohang Adinegoro S.sos sebelum memberi kata sambutan dalam acara tersebut, sebelumnya mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1439 H. Bagi saudara-saudara umat muslim yang merayakan, mohon maaf lahir dan bathin.

Disebutkannya, beberapa waktu yang lalu Pemkab Dairi mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke empat kalinya berturut-turut, kemudian juga mendapat penghargaan, Pastika Parahita yang diberikan Kementrian Kesehatan RI bagi  daerah yang berupaya melakukan pengendalian terhadap tembakau dengan membuat peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok.

“Upaya pembangunan yang kita lakukan ini tidak serta merta untuk mendapat penghargaan semata, namun yang lebih penting lagi upaya yang kita lakukan agar bermanfaat demi kemajuan Dairi yang kita cintai ini,”ucap Johnny.

Sehubungan dengan peraturan daerah nomor 1 tahun 2017 tentang kawasan daerah bebas rokok, Ia menghimbau kepada seluruh instansi pemerintah yang ada di Kabupaten Dairi agar menerapkan di instansinya masing-masing. Karena kedepan target Pemkab Dairi akan melakukan penegakan hukum terkait dengan kawasan bebas rokok.

“Ini Kita lakukan untuk melindunggi masyarakat dan diri kita dari penyakit yang disebabkan asap rokok. Selain itu juga komsumsi rokok berkontribusi langsung dalam menyumbang kemiskinan di masyarakat yang diakibatkan adanya pengeluaran tambahan untuk membeli rokok,”terangnya.

Selain itu, Pemerintah Dairi juga boleh berbangga, karena ada 4 Puskesmas telah terakreditasi, dimana penilaian akreditasi tersebut dilakukan oleh lembaga independen yang ditunjuk Kementrian Kesehatan RI pada tahun yang lalu. Akreditasi ini sangat penting dalam rangka menjamin mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Dengan akreditasi ini diharapkan pelayanan terhadap masyarakat harus dapat kita tingkatkan. Sehingga tidak ada lagi pasien yang mengeluh dan terlantar baik itu Puskesmas maupun di rumah sakit,”ucap Johnny.

Bagi Puskesmas yang sudah terakreditasi agar terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, sehingga menuju pelayanan yang paripurna. Bagi Puskesmas yang akan diakreditasi tahun ini dan tahun depan dapat mempersiapkan diri dan mulai berbenah diri, agar nantinya mendapatkan hasil yang baik pula.

“Target kita pada 2019, seluruh Puskesmas di Kabupaten Dairi harus sudah terakreditasi. Jika dimungkinkan terakreditasi paripurna,”kata Johnny.

Ditambahkannya, dalam mendukung hal dimaksud Pemkab Dairi terus berupaya mendukung peningkatan mutu, sarana dan SDM dibidang kesehatan dengan mengalokasikan anggaran yang cukup besar.

“Dalam tahun ini Pemkab Dairi akan membangun 2 Puskesmas, yaitu Puskesmal Rawat Inap di Kuta Buluh dan Puskesmas non rawat inap di Silalahi dan juga akan dikembangkan menjadi Puskesmas Parawisata. Puskesmas ini nantinya berupa bangunan bertingkat 2 lantai yang telah memenuhi standart yang ditentukan Kementrian Kesehatan. Puskesmas ini juga nantinya akan menjadi contoh puskesmas lainnya,”pungkasnya (gun’s)