Wartawan Dairi, Minta Sub Denpom 1/2-4 Tangkap Pelaku Pengeroyokan Wartawan Metro TV

1040
wartawan saat melakukan unjuk rasa

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Puluhan wartawan yang tergabung dalam solidaritas wartawan Dairi melakukan unjuk rasa di depan Kantor Sub Denpom 1/2-4 dan DPRD Dairi di jalan SM. Raja Sidikalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Kamis (31/5/18) sekira pukul 13.00 WIB.

Unjuk rasa tersebut dilakukan, untuk menuntut oknum anggota TNI yang melakukan pengeroyokan terhadap salah seorang wartawan Metro TV, Rudianto Sinaga pada, Rabu (30/5/18) malam pukul 21.48 WIB.

Dalam melakukan aksinya, puluhan wartawam membawa dan membentangkan sepanduk yang bertuliskan, “Tangkap Tentara  Preman, “Tangkap Oknum TNI Pengeroyok Wartawan Metro TV Rudianto Sinaga”.

Koordinator aksi, Sarifudin Siregar mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut untuk menyampaikan aspirasi atas perlakuan oknum TNI yang bertindak seperti preman melakukan pengeroyokan kepada wartawan.

“Kami ingin menuntut keadilan kepada Sub Denpom selaku penegak hukum di TNI. Kami meminta oknum TNI pelaku pengeroyokan segera di tangkap dan di proses sesuai undang-undang yang berlaku di NKRI,”tegasnya.

Rudi Sinaga saat menunjukan bekas pukulan

Terpisah, Rudianto Sinaga menceritakan, usai meliput kegiatan kampanye calon Bupati, dia menumpang mobil milik sekjen IPK, Rikson Purba. Sesampainya di Sidikalang mereka makan malam di RM, Padang Raya.

Saat sedang makan salah seorang teman mereka, Poreman yang juga anggota IPK menelpon minta ditemani untuk bertemu dengan oknum TNI di depan Kantor IPK.

Selesai makan mereka menuju Kantor IPK, sesampainya di depan Kantor IPK, tidak lama kemudian datang sekelompok orang menggunakan 10 sepeda motor berboncengan dua dan tiga orang . Tanpa banyak tanya langsung melakukan pemukulan kepada, Poreman secara membabi buta. Melihat hal tersebut, Rikson Purba coba melerai, namun malah ikut menjadi korban kebrutalan oknum TNI tersebut.

“Melihat kejadian tersebut, saya pun mengambil handphone untuk menghubungi teman saya agar melaporkan kejadian itu ke Polisi. Tapi tiba-tiba salah seorang pelaku pengeroyokan mendatanggi saya sambil berkata, siapa yang kau telpon dan kemudian bersama temannya yang lain memukul saya,”ungkapnya.

Padahal waktu itu, ia sudah bilang kalau dia wartawan Metro TV, namun para pelaku semangkin bringas melakukan pemukulan. Beruntung ia nya bisa melarikan diri dari amukan para pelaku.

“Akibat kejadian itu saya mengalami luka memar di bagian kepala, punggung dan kaki. Masih tersa ngilunya sampai sekarang,”ucapnya.

Pantauan wartawan, Selain melakukan pengeroyokan para pelaku yang jumlahnya lebih dari 10 orang,  juga melakukan pengerusakan Kantor IPK. Dimana kaca berpecahan, meja dan kursi berserakan. (devi)