Sempat Buron, Pelaku Penganiayaan di Kedai Tuak Dibekuk Polisi

1801
Pelaku penganiayaan diamankan Polsek Bunturaja

DAIRI, Bunturaja-dibaktinews.com

Sempat buron selama 3 pekan, Pader Hutasoit (35) pelaku penganiayaan terhadap satu marganya, Horas Hutasoit di Dusun Batu Dongkol, Desa Sinampang, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi akhirnya di bekuk petugas Polsek Bunturaja dari dalam rumahnya, Jumat (25/5/16) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Menurut keterangan, Kapolsek Bunturaja. AKP SP. Siringo-Ringo melalui Kasubag Humas Polres Dairi, Ipda Hardi Sianipar SH, kasus penganiayaan tersebut motifnya masalah hutang piutang. Dimana pelaku Pader Hutasoit  mempunyai hutang kepada korban Horas Hutasoit sebesar, Rp. 3.600.000.

Peristiwa penganiayaan itu sendiri terjadi pada, Kamis (3/5/18) , saat itu korban dan pelaku sama minum tuak kedai milik Pak Eva Sihombing. Sekitar pukul 22.00 WIB korban memanggil  pelaku untuk datang ke mejanya namun pelaku menolak dan berkata “aku sudah minum kalau ada yang perlu datang aja ke rumah”,  mendengar jawaban tersebut korban merasa kesal dan mendatangi meja tempat duduk Pelaku.

“Sudah berkali-kali aku datang kerumahmu, tapi hanya janji saja yang dapat,”ucap korban kepada pelaku.

Tidak senang dengan ucapan korban, selanjutnya pelaku mendorong dan memukul korban dengan menggunakan tangannya sebanyak tiga kali yang mengenai hidung dan  pelipis mata kiri korban.

Melihat kejadian tersebut, salah seorang saksi, Pak Riris Sihombing yang juga sedang minum mencoba melerai. Kemudian korban pun langsung keluar dari kedai untuk pulang, namun pelaku malah mengejar dan kembali meninju pelipis mata kiri dan hidung korban. Hal tersebut kembali dilerai oleh Pak Riris Sihombing.

Akibat dari kejadian tersebut hidung korban mengeluarkan darah dan pelipis sebelah kiri bengkak, selanjutnya korban datang ke Polsek Bunturaja membuat pengaduan.

“Pelaku sendiri sempat kabur selama 3 pekan dan akhirnya ditangkap dari rumahnya saat sedang tidur-tiduran bersama anaknya.  Pelaku akan kita kenakan pasal 351 ayat (1) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan kurungan Penjara,”terang Hardi. (YY).