Gegara melerai Keributan Barus Berurusan Dengan Polisi

315

DAIRI,Sidikalang-dibaktinews.com

Maksud hati melerai keributan di kedai tuak, Mulyadi Barus (47)  yang berprofesi sebagai petani, warga Desa Tambahan, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi malah berurusan dengan Polisi. Pasalnya karena  emosi ia memukul kepala,  Syenjon Sitakar (36) warga Desa Lae Nuaha, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi dengan gelas yang mengakibatkan luka robek pada bagian dahi sebelah kiri.Atas kejadian itu, Syenjon pun melaporkan Mulyadi ke Polres Dairi.

Informasi didapat, kejadian tersebut bermula pada, Jumat (13/4/18) pukul 22.00 WIB. Dimana saat Mulyadi dan Syenjon serta pengunjung lainnya sedang asyik minum tuak sambil berbincang-bincang di kedai tuak milik Saut Marpaung yang berada Desa Kalang, Batu dua, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Tiba-tiba terjadi keributan mulut antara Syenjon dengan pengunjung warung tuak lainnya. Melihat keributan itu, Mulyadi pun mencoba melerai keduanya agar tidak ribut.Namun Syenjon tidak terima dan malah mengatakan,”Diam Kau” kepada Mulyadi.

Mendengar jawaban yang tidak menyenangkan tersebut, Mulyadi pun naik pitam dan selanjutnya mengambil gelas berisi tuak miliknya dan kemudian memukulkan pada bagian kepala Syenjon hingga mengalami luka robek pada dahi sebelah kiri dan bagian kepala sebelah kiri.

“Setelah menerima laporan dari korban dan memintai keterangan dari para saksi yang melihat kejadian serta barang bukti yang disita, tersangka langsung kita amankan dan dilakukan penahanan,”terang Kapolres Dairi, AKBP Erwin Wijaya Siahaan SIK melalui Kasubag Humas, Ipda Hardi Sianipar SH kepada wartawan, Minggu (15/4/18).

Disebutkan Hardi, atas kejadian tersebut, tersangka dikenakan pasal 351 ayat (1) KUHPidana tentang penganiayaan. (gun’s)